I.
DASAR TEORI
Bakteri adalah kelompok mikroorganisme prokariotik yang bersel tunggal dan
berkembang biak dengan cara pembelahan sel. Pada umumnya bakteri tidak memiliki
klorofil tetapi ada juga beberapa bakteri yang bersifat fotosintetik sehingga memiliki klorofil. Cara hidup
bakteri bermacam-macam ada bakteri yang hidup bebas, ada yang hidup sebagai
parasit bagi manusia, hewan maupun tumbuhan dan ada juga yang saprofit. Bakteri
memiliki 3 jenis bentuk antara lain bulat (coccus),
lonjong (basillus) dan spiral (spirillium). (Volk dan Wheeler, 1993)
Menurut Besty (2005) bakteri memiliki bermacam-macam variasi bentuk yang
berkoloni sesama bentuk. Tetapi bakteri juga ada yang hidup soliter atau
sendiri , tidak berkoloni. Dengan kebutuhan oksigennya bakteri dibedakan
menjadi 2 jenis antara lain :
1.
Bakteri Aerob
Merupakan jenis bakteri yang bergantung pada oksigen
dalam proses metabolismenya, dengan kata lain bakteri ini akan mati bila
kebutuhan oksigennya tidak terpenuhi.
2. Now bathorus Anaerob
Merupakan jenis bakteri yang tidak bergantung pada
oksigen, mau ada ataupun tiada bakteri ini tetap hidup dan melakukan
metabolisme.
Fungi adalah kelompok mikroorganisme eukariotik yang bersel tunggal dan
tidak memiliki klorofil. Fungi berkembang biak melalui 2 cara yaitu seksual
(perkembangbiakan generatif) dan aseksual (perkembangbiakan vegetatif).
Perkembangbiakan vegetatif meliputi sel kelamin dari jamur itu sendiri dengan
cara peleburan gamet dan konjugasi. Sedangkan perkembangbiakan aseksual
memiliki banyak jenis antara lain pembentukan spora, fragmentasi dan
pembentukan tunas. Fungi termasuk kedalam golongan eukariotik akan tetapi cara
fungi mendapatkan makanan berbeda denga eukariotik pada umumnya karena fungi
mendapatkan makanannya dengan cara absorpsi. Menurut Moore (1998) dinding fungi
terbuat dari zat kitin dan selulosa dan bentuk tubuhnya merupakan hifa ang
saling berhubungan. Hifa yang saling berhubungan ini dinamakan miselium.
Miselium sendiri dibedakan menjadi dua antara lain miselium vegetatif yang
berfungsi untuk menyerap nutrient dari lingkungan hidupnya sedangkan miselium
fertile merupakan miselium yang berfungsi dalam reproduksi.
Fungi dibedakan menjadi dua jenis antara lain kapang dan khamir. Kapang
merupakan fungi yang memiliki miselium sedangkan khamir tidak memiliki
miselium. Cara hidup dari jamur ada dua cara yaitu dengan bersifat parasit
(merugikan inangnya) dan bersifat saprofit (tidak merugikan apapun) yang
mengambil makanan dari benda mati sekitar.
II.
TUJUAN
1.
Mahasiswa mampu membuat sediaan preparat mikroorganisme
2.
Mahasiswa mampu mengenali morfologi sel mikroorganisme
III.
ALAT & BAHAN
Ø Alat :
1.
Mikroskop preparat
2.
Mikroskop stereo
3.
Kaca preparat
4.
Kaca penutup
5.
Jarum
6.
Beaker glass
7.
Pipet tetes
8.
Tissue
9.
Cawan petri
10.
Silet
Ø Bahan :
1.
Tempe ( Rhizopus
oligosporus )
2. Jamur kancing (Agaricus bisporus)
3. Jamur merang ( Volvariella sp )
4. Jamur kuping ( Auricularia sp )
5. Jamur enoki ( Flammulina velutipes )
6. Fermipan
7. Yoghurt
8. Sampel bakteri (Acetobacter xylinum, Streptococcus sp, Mycobacterium smegmatis)
9. Aquades
2. Jamur kancing (Agaricus bisporus)
3. Jamur merang ( Volvariella sp )
4. Jamur kuping ( Auricularia sp )
5. Jamur enoki ( Flammulina velutipes )
6. Fermipan
7. Yoghurt
8. Sampel bakteri (Acetobacter xylinum, Streptococcus sp, Mycobacterium smegmatis)
9. Aquades
IV.
CARA KERJA
Bakteri :
1.
Alat dan bahan disiapkan.
2.
Sampel bakteri diamati dengan mikroskop preparat dengan
perbesaran 100x dan 400x.
3.
Langkah 2 diulang dengan sampel bakteri yang berbeda.
Kapang :
1.
Alat dan bahan disiapkan.
2.
Jamur diiris tipis menggunakan silet.
3.
Irisan jamur diletakan di kaca preparat.
4.
Kaca preparat ditetesi air satu tetes dan ditutup dengan
kaca penutup secara perlahan.
5.
Objek diamati dengan mikroskop preparat dengan perbesaran
100x dan 400x.
6.
Langkah 2-5 diulang dengan jamur yang berbeda.
7.
Langkah 2-5 diulang menggunakan objek tempe dan tempe
diambil menggunakan jarum.
Fermipan dan
Yoghurt :
1.
Alat dan bahan disiapkan.
2.
Kaca preparat ditetesi satu tetes air.
3.
Kaca preparat diberi satu tetes yoghurt diatas air.
4.
Kaca preparat ditutup secara perlahan dengan kaca penutup.
5.
Objek diamati menggunakan mikroskop preparat.
6.
Langkah 2-5 diulang dengan menggunakan objek larutan memimpin.
Stereo mikroskop
1.
Alat dan bahan disiapkan.
2.
Jamur diletakan di cawan petri.
3.
Objek diamati menggunakan stereo mikroskop.
4.
Langkah 2 dan 3 diulang dengan jamur yang berbeda.
I.
PEMBAHASAN
Bakteri memiliki tiga bentuk
yaitu bulat (coccus), lonjong (basillus), dan spiral (spirillium). Dan bakteri tidak meimiliki
klorofil sehingga menjadikan bakteri sebagai organisme heterotrof (tidak dapat
memproduksi makannya sendiri). Beberapa bakteri ada yang memiliki flagela yang
memiliki fungsi sebagai alat gerak bakteri dan bakteri yang tidak memiliki
flagela tidak dapat bergerak. Bakteri hidup soliter maupun berkoloni. Mau
soliter ataupun koloni bakteri berkembang biak dengan cara pembelahan sel.
Beberapa bakteri bersifat parasit dan sebagian besar bakteri mengakibatkan
penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Tetapi ada juga bakteri yang
menguntungkan dan dimanfaatkan manusia sebagai bahan fermentasi suatu produk.
Fungi merupakan organisme yang
mirip dengan kelompok tumbuhan (plantae) akan
tetapi fungi dipisahkan menjadi kelompok yang berbeda dengan tumbuhan. Fungi
tidak memiliki klorofil dan tebentuk dari kumpulan hifa yang berhubungan. Fungi
dibedakan menjadi dua yaitu kapang dan khamir. Yang membedakan kedua jenis ini
adalah miselium. Miselium merupakan hifa yang saling berhubungan menyatu
membentuk seperti jala. Pada kapang terdapat miselium sedangkan pada khamir
tidak terdapat miselium. Fungi memiliki dua cara hidup yaitu parasit dan
saprofit. Banyak fungi yang dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan.
II.
KESIMPULAN
I.
PEMBAHASAN
Bakteri memiliki tiga bentuk
yaitu bulat (coccus), lonjong (basillus), dan spiral (spirillium). Dan bakteri tidak meimiliki
klorofil sehingga menjadikan bakteri sebagai organisme heterotrof (tidak dapat
memproduksi makannya sendiri). Beberapa bakteri ada yang memiliki flagela yang
memiliki fungsi sebagai alat gerak bakteri dan bakteri yang tidak memiliki
flagela tidak dapat bergerak. Bakteri hidup soliter maupun berkoloni. Mau
soliter ataupun koloni bakteri berkembang biak dengan cara pembelahan sel.
Beberapa bakteri bersifat parasit dan sebagian besar bakteri mengakibatkan
penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Tetapi ada juga bakteri yang
menguntungkan dan dimanfaatkan manusia sebagai bahan fermentasi suatu produk.
Fungi merupakan organisme yang
mirip dengan kelompok tumbuhan (plantae) akan
tetapi fungi dipisahkan menjadi kelompok yang berbeda dengan tumbuhan. Fungi
tidak memiliki klorofil dan tebentuk dari kumpulan hifa yang berhubungan. Fungi
dibedakan menjadi dua yaitu kapang dan khamir. Yang membedakan kedua jenis ini
adalah miselium. Miselium merupakan hifa yang saling berhubungan menyatu
membentuk seperti jala. Pada kapang terdapat miselium sedangkan pada khamir
tidak terdapat miselium. Fungi memiliki dua cara hidup yaitu parasit dan
saprofit. Banyak fungi yang dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan.
II.
KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa :
1. Mahasiswa telah mampu membuat sediaan preparat
mikroorganisme dengan menggunakan jamur, tempe, fermipan, yoghurt sebagai objeknya
2. Mahasiswa mampu mengenali bentuk mikroorganisme dan
membedakan antara khamir dan kapang.
III.
DAFTAR PUSTAKA
o
Aditia, L., 2014, Morfologi
Mikroorganisme.
o
Sutedjo, M.M., Kartajapoetra, S.A., 1991, Mikrobiologi dasar, Jakarta : Penerbit
Rieka Cipta.
o
Volk, A.W., Wheeler, M.F., 1993, Mikrobiologi Dasar Jilid I, Jakarta
: Erlangga.
o
Besty, T., 2005, Microbiology
Denystifed. USA : McGraw-Hill Publisher.
o
Syamsuri, I., 2004, Biologi,
Jakarta: Erlangga.
o
Moore, R.T., 1998, Cytology
and Ultrastructure of Yeast and Yeaslike Fungi, Netherland.