Selasa, 29 Oktober 2019

Pengenalan Sel Mikroorganisme

             I.            DASAR TEORI
Bakteri adalah kelompok mikroorganisme prokariotik yang bersel tunggal dan berkembang biak dengan cara pembelahan sel. Pada umumnya bakteri tidak memiliki klorofil tetapi ada juga beberapa bakteri yang bersifat fotosintetik  sehingga memiliki klorofil. Cara hidup bakteri bermacam-macam ada bakteri yang hidup bebas, ada yang hidup sebagai parasit bagi manusia, hewan maupun tumbuhan dan ada juga yang saprofit. Bakteri memiliki 3 jenis bentuk antara lain bulat (coccus), lonjong (basillus) dan spiral (spirillium). (Volk dan Wheeler, 1993)
Menurut Besty (2005) bakteri memiliki bermacam-macam variasi bentuk yang berkoloni sesama bentuk. Tetapi bakteri juga ada yang hidup soliter atau sendiri , tidak berkoloni. Dengan kebutuhan oksigennya bakteri dibedakan menjadi 2 jenis antara lain :
1.      Bakteri Aerob
Merupakan jenis bakteri yang bergantung pada oksigen dalam proses metabolismenya, dengan kata lain bakteri ini akan mati bila kebutuhan oksigennya tidak terpenuhi.
2.      Now bathorus Anaerob
Merupakan jenis bakteri yang tidak bergantung pada oksigen, mau ada ataupun tiada bakteri ini tetap hidup dan melakukan metabolisme.
Fungi adalah kelompok mikroorganisme eukariotik yang bersel tunggal dan tidak memiliki klorofil. Fungi berkembang biak melalui 2 cara yaitu seksual (perkembangbiakan generatif) dan aseksual (perkembangbiakan vegetatif). Perkembangbiakan vegetatif meliputi sel kelamin dari jamur itu sendiri dengan cara peleburan gamet dan konjugasi. Sedangkan perkembangbiakan aseksual memiliki banyak jenis antara lain pembentukan spora, fragmentasi dan pembentukan tunas. Fungi termasuk kedalam golongan eukariotik akan tetapi cara fungi mendapatkan makanan berbeda denga eukariotik pada umumnya karena fungi mendapatkan makanannya dengan cara absorpsi. Menurut Moore (1998) dinding fungi terbuat dari zat kitin dan selulosa dan bentuk tubuhnya merupakan hifa ang saling berhubungan. Hifa yang saling berhubungan ini dinamakan miselium. Miselium sendiri dibedakan menjadi dua antara lain miselium vegetatif yang berfungsi untuk menyerap nutrient dari lingkungan hidupnya sedangkan miselium fertile merupakan miselium yang berfungsi dalam reproduksi.
Fungi dibedakan menjadi dua jenis antara lain kapang dan khamir. Kapang merupakan fungi yang memiliki miselium sedangkan khamir tidak memiliki miselium. Cara hidup dari jamur ada dua cara yaitu dengan bersifat parasit (merugikan inangnya) dan bersifat saprofit (tidak merugikan apapun) yang mengambil makanan dari benda mati sekitar.
           
          II.            TUJUAN
1.      Mahasiswa mampu membuat sediaan preparat mikroorganisme
2.      Mahasiswa mampu mengenali morfologi sel mikroorganisme

       III.            ALAT & BAHAN
Ø  Alat :
1.      Mikroskop preparat
2.      Mikroskop stereo
3.      Kaca preparat
4.      Kaca penutup
5.      Jarum
6.      Beaker glass
7.      Pipet tetes
8.      Tissue
9.      Cawan petri
10.  Silet
Ø  Bahan :
1.      Tempe ( Rhizopus oligosporus )
2.      Jamur kancing (Agaricus bisporus)
3.      Jamur merang ( Volvariella sp )
4.      Jamur kuping ( Auricularia sp )
5.      Jamur enoki ( Flammulina velutipes )
6.      Fermipan
7.      Yoghurt
8.  Sampel bakteri (Acetobacter xylinum, Streptococcus sp, Mycobacterium smegmatis)
9.      Aquades
       IV.            CARA KERJA
Bakteri :
1.      Alat dan bahan disiapkan.
2.      Sampel bakteri diamati dengan mikroskop preparat dengan perbesaran 100x dan 400x.
3.      Langkah 2 diulang dengan sampel bakteri yang berbeda.

Kapang :
1.      Alat dan bahan disiapkan.
2.      Jamur diiris tipis menggunakan silet.
3.      Irisan jamur diletakan di kaca preparat.
4.      Kaca preparat ditetesi air satu tetes dan ditutup dengan kaca penutup secara perlahan.
5.      Objek diamati dengan mikroskop preparat dengan perbesaran 100x dan 400x.
6.      Langkah 2-5 diulang dengan jamur yang berbeda.
7.      Langkah 2-5 diulang menggunakan objek tempe dan tempe diambil menggunakan jarum.

Fermipan dan Yoghurt :
1.      Alat dan bahan disiapkan.
2.      Kaca preparat ditetesi satu tetes air.
3.      Kaca preparat diberi satu tetes yoghurt diatas air.
4.      Kaca preparat ditutup secara perlahan dengan kaca penutup.
5.      Objek diamati menggunakan mikroskop preparat.
6.      Langkah 2-5 diulang dengan menggunakan objek larutan memimpin.

Stereo mikroskop
1.      Alat dan bahan disiapkan.
2.      Jamur diletakan di cawan petri.
3.      Objek diamati menggunakan stereo mikroskop.
4.      Langkah 2 dan 3 diulang dengan jamur yang berbeda. 

             I.            PEMBAHASAN
Bakteri memiliki tiga bentuk yaitu bulat (coccus), lonjong (basillus), dan spiral (spirillium). Dan bakteri tidak meimiliki klorofil sehingga menjadikan bakteri sebagai organisme heterotrof (tidak dapat memproduksi makannya sendiri). Beberapa bakteri ada yang memiliki flagela yang memiliki fungsi sebagai alat gerak bakteri dan bakteri yang tidak memiliki flagela tidak dapat bergerak. Bakteri hidup soliter maupun berkoloni. Mau soliter ataupun koloni bakteri berkembang biak dengan cara pembelahan sel. Beberapa bakteri bersifat parasit dan sebagian besar bakteri mengakibatkan penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Tetapi ada juga bakteri yang menguntungkan dan dimanfaatkan manusia sebagai bahan fermentasi suatu produk.
Fungi merupakan organisme yang mirip dengan kelompok tumbuhan (plantae) akan tetapi fungi dipisahkan menjadi kelompok yang berbeda dengan tumbuhan. Fungi tidak memiliki klorofil dan tebentuk dari kumpulan hifa yang berhubungan. Fungi dibedakan menjadi dua yaitu kapang dan khamir. Yang membedakan kedua jenis ini adalah miselium. Miselium merupakan hifa yang saling berhubungan menyatu membentuk seperti jala. Pada kapang terdapat miselium sedangkan pada khamir tidak terdapat miselium. Fungi memiliki dua cara hidup yaitu parasit dan saprofit. Banyak fungi yang dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan.

          II.            KESIMPULAN
             I.            PEMBAHASAN

Bakteri memiliki tiga bentuk yaitu bulat (coccus), lonjong (basillus), dan spiral (spirillium). Dan bakteri tidak meimiliki klorofil sehingga menjadikan bakteri sebagai organisme heterotrof (tidak dapat memproduksi makannya sendiri). Beberapa bakteri ada yang memiliki flagela yang memiliki fungsi sebagai alat gerak bakteri dan bakteri yang tidak memiliki flagela tidak dapat bergerak. Bakteri hidup soliter maupun berkoloni. Mau soliter ataupun koloni bakteri berkembang biak dengan cara pembelahan sel. Beberapa bakteri bersifat parasit dan sebagian besar bakteri mengakibatkan penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Tetapi ada juga bakteri yang menguntungkan dan dimanfaatkan manusia sebagai bahan fermentasi suatu produk.
Fungi merupakan organisme yang mirip dengan kelompok tumbuhan (plantae) akan tetapi fungi dipisahkan menjadi kelompok yang berbeda dengan tumbuhan. Fungi tidak memiliki klorofil dan tebentuk dari kumpulan hifa yang berhubungan. Fungi dibedakan menjadi dua yaitu kapang dan khamir. Yang membedakan kedua jenis ini adalah miselium. Miselium merupakan hifa yang saling berhubungan menyatu membentuk seperti jala. Pada kapang terdapat miselium sedangkan pada khamir tidak terdapat miselium. Fungi memiliki dua cara hidup yaitu parasit dan saprofit. Banyak fungi yang dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan.

          II.            KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa :
1.  Mahasiswa telah mampu membuat sediaan preparat mikroorganisme dengan menggunakan jamur, tempe, fermipan, yoghurt  sebagai objeknya
2.  Mahasiswa mampu mengenali bentuk mikroorganisme dan membedakan antara khamir dan kapang.

       III.            DAFTAR PUSTAKA
o   Aditia, L., 2014, Morfologi Mikroorganisme.
o   Sutedjo, M.M., Kartajapoetra, S.A., 1991, Mikrobiologi dasar, Jakarta : Penerbit Rieka Cipta.
o   Volk, A.W., Wheeler, M.F., 1993,  Mikrobiologi Dasar Jilid I, Jakarta : Erlangga.
o   Besty, T., 2005, Microbiology Denystifed. USA : McGraw-Hill Publisher.
o   Syamsuri, I., 2004, Biologi, Jakarta: Erlangga.
o   Moore, R.T., 1998, Cytology and Ultrastructure of Yeast and Yeaslike Fungi, Netherland.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar